Wisma Atlet Berbenah, Antisipasi Lonjakan Pascalibur Lebaran

“Kami harus mempersiapkan diri terhadap segala kemungkinan yang terjadi. Kapasitas kami 5.994 tempat tidur dan tidak diturunkan meski saat ini angka hunian di bawah 30 persen,” kata Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran Mayor Jenderal (Mayjen) Tugas Ratmono melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (7/5/2021).

Kondisi di Rumah Sakit Darurat COvid (RSDC) Wisma Atlet saat ini sebenanrya sudah tidak terlalu sibuk, karena angka pasien COVID-19 yang dirawat sudah menurun. NAmun demikian tenaga kesehatan yang bertugas tetap dipertahankan.

Ada berbagai pertimbangan pihak RSDC terhadap langkah mempertahankan jumlah Tenaga Kesehatan ini. Ada dua hal yang paling diantisipasi saat ini adalah dengan adanya mobilitas warga selama libur Lebaran. Hal kedua yang tak kalah krusialnya adalah munculnya mutasi Virus Corona di India, Inggris dan Afrika Selatan.

Karena itulah, pihak Wisma Atlet merasa perlu mengambil langkah antisipasi dan persiapan untuk menghadapi segala kemungkinan. jika Rumah Sakit tidak siap terhadap kondisi seperti ini, maka dikhawatirkan akan membahayakan kondisi masyarakat, karena pasien Covid-19 harus mendapatkan perawatan sesegera mungkin dan ini merupakan salah satu langkah penting dalam memutus rantai penularan COVID-19. Demikian disampaikan Koordinator RSDC, Tugas Ratmono.

“Salah satu prinsip memutus rantai Covid-19 adalah dengan merawat sesegera mungkin orang yang terinfeksi virus tersebut,” ujar Tugas Ratmono yang juga Kepala Pusat Kesehatan TNI itu.

Sesuai fakta kondisi yang terjadi sebelumnya, pascalibur merupakan momen dimana lonjakan kasus COVID-19 dapat terjadi dengan drastis. seperti pada libur bersama Natal dan Tahun Baru kemarin. Misalnya saja pada 27 September 2020 dan 24 Januari 2021 lalu, jumlah pasien di RSDC Wisma Atlet Kemayoran melesat hingga di atas 5.000 pasien akibat arus mobilitas warga yang terjadi karena Libur Lebaran dan Tahun Baru.

“Kami tidak ingin kejadian tersebut terulang kembali setelah libur Lebaran,” ujar dokter militer kelahiran Kebumen, Jawa Tengah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *