Update Kasus COVID Per Jumat 7 Mei 2021

Update kasus COVID-19 di seluruh negeri berdasarkan laporan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pada hari ini, Jumat (7/5/2021), ada penambahan 6.327 orang dinyatakan positif Covid-19 sehingga, total akumulatif ada sebanyak 1.703.632 orang terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona.

Sementara penambahan kasus sembuh ada 5.891 orang yang berarti hingga kini di Indonesia total akumulatif yang sembuh dan dinyatakan negatif dari COVID-19 tercatat ada 1.558.423.

Untuk kasus meninggal dunia bertambah 167 orang. Sehingga berdasarkan laporan tertanggal JUmat 06 Mei 2021, Di Indonesia, total akumulatifnya sampai kini ada 46.663 pasien Covid-19 meninggal dunia. Data update pasien Covid-19 ini tercatat sejak pukul 12.00 WIB pada Kamis, 6 Mei 2021 hingga hari ini di jam yang sama.

Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo mengajak masyarakat Indonesia belajar dari pengalaman terhadap penanganan kasus Corona di Indonesia ini. Doni Monardo menegaskan Satgas COVID-19 akan terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat, lebih baik dianggap cerewet daripada korban COVID-19 berderet-deret, demikian Doni menyampaikan saat menghadiri Forum Merdeka Barat 9, Rabu (5/5/2021).

Doni menyampaikan bahwa dengan adanya mobilitas masyarakat di setiap libur panjang, kasus COVID selalu melonjak pasca momen liburan. Untuk itu pemerintah akan menerepkan larangan mudik d tahun ini dengan tegas. Dia memberi contoh kenaikan kasus yang terjadi pada Agustus-September 2020 di Jakarta saat libur peringatan Hari Kemerdekaan dan Maulid Nabi.

“Di Jakarta terutama pada bulan Agustus-September tahun lalu, RSDC Wisma Atlet itu tiba-tiba kedatangan pasien yang jumlahnya ratusan orang sehari, sehingga ambulance harus antre masuk ke kawasan wisma atlet,” kata Doni Monardo dikutip dari siaran pers BNPB, Jumat (7/5/2021).

Doni juga berharap masyarakat bersedia memahami tujuan kebijakan larangan mudik yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia. Selain itu, Jenderal bintang tiga ini juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan untuk melindungi masyarakat dari bahaya penyebaran virus di kala pandemi ini.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo ‘Solus Populi Suprema Lex atau keselamatan masyarakat menjadi hukum yang tertinggi’.

“Mohon maaf yang punya niat mudik tidak bisa terlaksana tahun ini. Mohon bersabar, karena keputusan ini diambil tidak mudah, berdasarkan data yang dikumpulkan setahun terakhir,” katanya.

Doni mengatakan, di masa pandemi saat ini, menjaga kesehatan dan keselamatan adalah kewajiban yang utama. Sedangkan silalaturahmi secara fisik termasuk hal yang disunnahkan. Karena itu, Doni mengajak masyarakat agar mendahulukan kewajiban.

“Hukum agama, kita harus memahami bahwa yang sunnah ini harus dinomorduakan. Silaturahmi itu sunah, menjaga kesehatan dan keselamatan itu wajib,” jelas Doni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *